E-Mandiri

Laporan Utama

Di Tengah Arus Pariwisata, Dosen PNB Soroti Dampak Lingkungan terhadap Fokus dan Prioritas Mahasiswa

26 Jun 2026

ㅤㅤㅤBerada di tengah kawasan pariwisata Bali, Politeknik Negeri Bali (PNB) menghadirkan kondisi ketika kehidupan kampus berjalan berdampingan dengan aktivitas industri pariwisata. Lingkungan ini membuat mahasiswa tidak hanya memperoleh pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga dapat melihat secara langsung dinamika dunia pariwisata di sekitar mereka. Menurut Sang Ayu Made Krisna Dewi Natalia, M.Pd., kedekatan dengan kawasan seperti Nusa Dua, Kuta, dan Canggu menjadikan mahasiswa memiliki akses terhadap gambaran nyata industri sejak masih menjalani perkuliahan.

ㅤㅤㅤKeberadaan Politeknik Negeri Bali di kawasan pariwisata memengaruhi dinamika kehidupan mahasiswa. Perkembangan pariwisata yang diiringi dengan digitalisasi membawa tren gaya hidup global melalui media sosial yang kemudian memengaruhi mahasiswa, khususnya yang berada di lingkungan tersebut. Mahasiswa mulai terdorong untuk terjun langsung ke dunia pariwisata, seperti bekerja paruh waktu atau menjadi daily worker

ㅤㅤㅤSelain pola pikir, gaya hidup mahasiswa juga mengalami perubahan. Lingkungan pariwisata yang menghadirkan wisatawan dari berbagai negara membawa kebiasaan dan gaya hidup yang kemudian menjadi contoh bagi mahasiswa. Hal tersebut dapat dilihat dari cara berpakaian maupun kebiasaan lainnya. 

ㅤㅤㅤDari sisi peluang, lingkungan pariwisata memberikan keuntungan yang besar bagi mahasiswa. Mahasiswa memiliki akses yang lebih mudah terhadap tempat praktik kerja lapangan (PKL) serta dapat mengetahui informasi kebutuhan tenaga kerja lebih awal. Mahasiswa juga dapat melihat langsung kondisi kerja di hotel maupun sektor pariwisata lainnya, sehingga memiliki gambaran sebelum terjun ke dunia kerja.

ㅤㅤㅤNamun, dibalik peluang tersebut, terdapat tantangan yang berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam mengelola diri. Pemanfaatan peluang tersebut masih beragam. Sebagian mahasiswa mampu menjalankan perkuliahan sambil bekerja, tetapi sebagian lainnya mengalami distraksi, terutama ketika mulai berfokus pada hasil dari pekerjaan yang mereka lakukan. 

ㅤㅤㅤDampak yang paling nyata terlihat pada perubahan fokus mahasiswa. Pada awalnya, mahasiswa bekerja untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan. Namun, ketika sudah mengetahui hasil yang diperoleh, fokus mereka mulai bergeser dari proses pembelajaran ke hasil pekerjaan. Hal ini menyebabkan berkurangnya perhatian terhadap akademik sebagai prioritas utama.

ㅤㅤㅤMenurut narasumber, pergeseran prioritas antara perkuliahan dan aktivitas di luar kampus dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan eksistensi. Mahasiswa memiliki kebutuhan finansial, terutama bagi yang merantau sehingga muncul keinginan untuk bekerja. Di sisi lain, dorongan dari lingkungan pertemanan membuat mahasiswa ingin memiliki pengalaman yang sama agar tidak merasa tertinggal.

ㅤㅤㅤPergeseran fokus dan prioritas ini berdampak pada tanggung jawab, kedisiplinan, dan performa mahasiswa. Beberapa mahasiswa memilih izin bekerja dibandingkan mengikuti perkuliahan, atau datang terlambat karena mengambil tambahan shift kerja. Hal ini berpengaruh pada kehadiran, partisipasi dalam kelas, serta penilaian akademik, seperti tidak mengikuti kuis maupun kehilangan nilai. 

ㅤㅤㅤKondisi ini juga terlihat pada mahasiswa semester akhir yang mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan pengerjaan tugas akhir dengan pekerjaan. Mahasiswa cenderung menunda pengerjaan tugas akhir karena waktu yang mereka miliki lebih banyak dimanfaatkan untuk bekerja. Ketika memiliki waktu luang, mereka cenderung memilih beristirahat, sehingga pengerjaan tugas akhir sering dilakukan mendekati batas waktu. Pada mahasiswa semester lain, kondisi ini terlihat dari pengerjaan tugas yang sekadar dilakukan untuk memenuhi kewajiban tanpa berfokus pada hasil yang maksimal. 

ㅤㅤㅤDalam menyikapi kondisi tersebut, mahasiswa perlu memiliki skala prioritas serta kontrol diri yang kuat. Mahasiswa perlu memahami status mereka sebagai pelajar sehingga tanggung jawab di perkuliahan harus menjadi prioritas. Bekerja dapat dilakukan sebagai sarana untuk menambah keterampilan dan pengalaman, namun bukan menjadi hal utama. 

ㅤㅤㅤSang Ayu Made Krisna Dewi Natalia, M.Pd., juga menyampaikan bahwa peran dosen tidak hanya terbatas dalam mengajarkan teori, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai realitas dunia pariwisata. Dosen berperan sebagai pembimbing sekaligus mediator antara mahasiswa dan industri, khususnya dalam kegiatan praktik kerja lapangan, serta membantu mahasiswa ketika menghadapi permasalahan selama berada di dunia kerja.  “Kita tidak boleh hanya mengajarkan teori, tetapi juga harus bisa mengajarkan bagaimana realitas dunia pariwisata itu,” ungkapnya. 

ㅤㅤㅤSejalan dengan hal tersebut, beliau juga berharap mahasiswa Politeknik Negeri Bali mampu menjadi local expert yang berwawasan global. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi ahli di bidang pariwisata, namun tetap memiliki wawasan global untuk menghadapi perkembangan industri. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu menjaga sikap rendah hati, disiplin, serta memahami skala prioritas antara dunia perkuliahan dan dunia kerja.  Selain itu, mahasiswa juga perlu memiliki kepemimpinan diri yang kuat, sehingga mampu mengelola kehidupan akademik maupun aktivitas di luar kampus, serta tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif di lingkungan sekitar. (ptr, zel, ard, wib) 

Daftar Komentar

Beri Komentar

*Email anda tidak akan kami tampilkan

UKM Jurnalistik @2022, All Right Reserved