E-Mandiri

Politekniana

Ledakan Warna: Merayakan Keceriaan Holi 2026

26 Jun 2026

ㅤㅤㅤHalaman utama kampus yang biasanya tenang mendadak berubah menjadi lautan kegembiraan. Bubuk warna berterbangan, tawa pecah di mana-mana, dan kehangatan kebersamaan mengalir deras itulah wajah India Day Festival of Colors & Culture yang digelar bersama Swami Vivekananda Cultural Centre (SVCC) Bali. Sebuah perayaan yang tak hanya meriah, tetapi sarat makna. Holi bukan sekadar pesta warna. Festival ini melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan, persaudaraan,serta menjadi simbol persaudaraan serta  awal yang baru. Bagi masyarakat India, Holi adalah momen melepas beban masa lalu dan menyambut musim semi dengan hati yang bersih. Bagi mahasiswa Politeknik Negeri Bali, Mereka diajak untuk merasakan secara langsung bagaimana budaya lain dirayakan. Festival ini menjadi ruang bernafas dari tekanan akademik sekaligus jendela untuk mengintip bagaimana budaya lain dirayakan memperluas cara pandang mereka terhadap dunia.

ㅤㅤㅤSelain itu, kegiatan ini juga menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan antarbudaya. Bali dan India sesungguhnya memiliki kedekatan historis yang kuat, terutama dalam lanskap pariwisata dan kreatif. Oleh karena itu, pemahaman terhadap budaya India menjadi nilai tambah bagi mahasiswa. Memahami budaya India bukan hanya pengayaan wawasan, melainkan juga investasi nyata bagi masa depan mahasiswa di bidang bisnis dan pariwisata internasional. Kegiatan ini pun menjadi ajang melatih kemampuan komunikasi lintas budaya kecakapan yang kian krusial di era globalisasi. 

ㅤㅤㅤAntusiasme mahasiswa terbukti melampaui ekspektasi. Banyaknya pendaftar yang melebihi kuota menunjukkan bahwa kegiatan internasional seperti ini sangat diminati oleh generasi muda yang haus akan pengalaman baru. Meski tidak semua bisa ikut serta, hal ini justru menjadi bukti bahwa minat terhadap pengalaman lintas budaya terus meningkat. Mereka ingin tumbuh bukan hanya secara intelektual, tetapi juga secara sosial dan kultural.

ㅤㅤㅤPuncak yang paling membekas adalah momen ketika warna mulai dioleskan ke wajah para peserta satu per satu. Warna merah, yang melambangkan doa serta berkah keselamatan dan kesejahteraan, menjadi salah satu yang paling sarat makna. Yang menarik, siapa pun yang diberi warna tidak boleh menolak atau bereaksi dengan marah mereka harus menerimanya dengan hati terbuka dan sukacita yang tulus. Gestur sederhana ini ternyata mengandung pelajaran yang dalam tentang penerimaan, toleransi, dan kesetaraan tanpa memandang latar belakang sosial maupun budaya.

ㅤㅤㅤNilai-nilai luhur itu sejalan erat dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi fondasi bangsa yang dimana perbedaan bukan pemisah, melainkan kekuatan pemersatu yang sesungguhnya. Mahasiswa diajak untuk saling menghormati dan memahami budaya lain, sehingga dapat memperluas wawasan  budaya dan membangun hubungan yang lebih naik dimasa depan. Di dunia kerja yang nyata, kemampuan membangun relasi dan jaringan lintas budaya adalah aset yang sangat berharga. Pengalaman seperti ini menjadi latihan awal yang bermakna untuk mengasah kecerdasan emosional, empati, dan kepekaan antarbudaya sejak dini.

ㅤㅤㅤPerayaan Holi di kampus ini jauh melampaui seremoni belaka. Ia adalah proses pembelajaran hidup yang berlangsung di luar dinding kelas mengajarkan bahwa keberagaman adalah kekayaan yang patut dirayakan, bukan ancaman yang perlu ditakuti. Dengan membuka diri terhadap budaya lain, mahasiswa dipersiapkan untuk melangkah ke dunia yang makin kompleks dengan sikap yang inklusif, pikiran yang terbuka, dan hati yang toleran. Dari festival warna yang penuh semangat ini, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang berjiwa kosmopolitan, berwawasan luas, dan senantiasa berhati damai. (stp,ftw,gta,rma)

Daftar Komentar

Beri Komentar

*Email anda tidak akan kami tampilkan

UKM Jurnalistik @2022, All Right Reserved