E-Mandiri

Profil Mahasiswa

Ekspektasi vs Realita: Dunia Kerja Pariwisata dari Kacamata Mahasiswa

26 Jun 2026

ㅤㅤㅤSeiring pesatnya perkembangan industri pariwisata, mahasiswa jurusan perhotelan tidak hanya dituntut untuk unggul dalam teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan nyata di dunia kerja. Ni Pande Made Eka Pratiwi merupakan mahasiswi semester 2 Program Studi D3 Perhotelan Politeknik Negeri Bali yang berasal dari Gianyar. Keinginannya untuk berkarier di luar negeri menjadi alasan yang mendorongnya terjun ke dunia pariwisata. Baginya, dunia hospitality menjadi salah satu jalan yang dapat mengantarkannya menuju impian tersebut. 

ㅤㅤㅤSelama menjalani masa magang dan praktik kerja, Eka berkesempatan mengeksplorasi berbagai bidang, mulai dari Front Office, Housekeeping, Food and Beverage (F&B), dan Human Resources (HR). Dari pengalaman tersebut, ia menyadari bahwa setiap bidang memiliki tantangan dan tekanan kerja yang berbeda-beda. Di Front Office, ia dituntut menangani berbagai keluhan tamu secara profesional. Sementara itu, pada bagian Housekeeping, ia harus bekerja secara sigap demi mencapai target kamar yang telah ditetapkan. Di bagian Food and Beverage (F&B), ia kerap menghadapi keluhan terkait makanan, meskipun tidak terlibat langsung dalam proses memasaknya. Berbeda lagi di Human Resources (HR), ketelitian menjadi hal penting karena pekerjaannya berkaitan dengan data yang tidak boleh keliru. Melalui pengalaman tersebut, ia mulai memahami bahwa setiap bidang di dunia perhotelan memiliki tantangan nyata yang tidak selalu terlihat dari luar. 

ㅤㅤㅤDi balik berbagai tekanan tersebut, Eka juga memperoleh pengalaman-pengalaman positif. Ia merasa senang dapat berinteraksi langsung dengan tamu, terutama saat bekerja di Front Office dan Food and Beverage (F&B). Ia mengungkapkan, “Front Office itu menyenangkan karena kita bisa melayani tamu dengan tulus dan tanpa paksaan, terutama kalau memang berasal dari keinginan diri sendiri.” Selain itu, ia juga memperoleh pengetahuan baru, seperti memahami detail kamar di Housekeeping serta belajar mendengarkan dan memahami orang lain saat berada di Human Resources (HR). Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa di balik tekanan pekerjaan, selalu ada sisi positif yang membuatnya tetap bertahan. 

ㅤㅤㅤPengalaman kerja tersebut turut mengubah cara pandangnya terhadap dunia perhotelan. Sebelum terjun langsung, ia menganggap hotel sebagai tempat yang identik dengan kerapian dan kemewahan. Namun, realita di lapangan tidak selalu demikian, bahkan sering kali jauh dari ekspektasi awalnya tentang dunia perhotelan. Ia menemukan kondisi kitchen yang kurang tertata, bahan makanan yang tidak segar, serta praktik kerja yang tidak sepenuhnya sesuai dengan bayangannya. Hal tersebut sempat membuatnya terkejut, namun sekaligus menjadi pelajaran penting dalam perjalanannya.

ㅤㅤㅤTantangan terbesar yang ia hadapi meliputi kemampuan mengatur waktu, meningkatkan daya ingat, serta menguasai product knowledge. Ia juga menyadari bahwa kebiasaan buruk perlu diperbaiki agar dapat menyesuaikan diri dengan dunia kerja yang disiplin.

ㅤㅤㅤHal ini mempertegas bahwa bekerja di industri perhotelan menuntut kesiapan yang lebih dari sekadar teori di bangku kuliah. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika harus menangani komplain tamu di tengah situasi yang ramai. Situasi tersebut membuatnya merasa tertekan, tetapi ia tetap harus bersikap tenang, profesional, dan mampu mencari solusi dengan cepat. Dari pengalaman tersebut, ia menyadari bahwa bekerja di bidang pariwisata tidak hanya berfokus pada pelayanan, tetapi juga membutuhkan kemampuan mengelola emosi dan berkomunikasi dengan baik. 

ㅤㅤㅤMenurut Eka, skill yang paling penting adalah komunikasi, khususnya dalam bahasa Inggris. Ia menegaskan, “Kalau komunikasi kurang, tamu jadi tidak nyaman.” Selain kemampuan komunikasi, etika juga menjadi hal penting yang harus dimiliki. Ia juga menilai bahwa pembelajaran di kampus sudah cukup membantu, terutama dalam membentuk etika profesional, meskipun penerapannya tetap perlu dilatih.

ㅤㅤㅤPelajaran paling berharga yang ia peroleh adalah kemampuan bekerja sama dalam tim. Ia juga berpesan agar mahasiswa lebih serius dalam melatih komunikasi dan etika, mengingat kedua hal tersebut sangat dibutuhkan di dunia kerja. Ke depannya, Eka bercita-cita untuk mengembangkan karier hingga mencapai posisi Front Office Manager di industri perhotelan. Meskipun sempat menghadapi keraguan dari keluarga, ia tetap mendapatkan dukungan karena pariwisata dianggap sebagai sektor penting di Bali. Baginya, hospitality bukan hanya tentang memberikan pelayanan, tetapi juga tentang menghargai orang lain, mampu bekerja di bawah tekanan, dan terus berkembang menjadi pribadi yang profesional. (rrs, aul, dna, rna)

Daftar Komentar

Beri Komentar

*Email anda tidak akan kami tampilkan

UKM Jurnalistik @2022, All Right Reserved