E-Mandiri

Bali yang Menelan Air Matanya Sendiri

Oleh @Theresia Sutrisna

Di bawah teduh bunga kamboja yang jatuh di teras pura,

Kita selalu bangga menyebut Bali sebagai kepingan surga.

Namun coba sesekali tengok sungai di belakang rumah,

Airnya tersedak plastik, mengalir lambat penuh keluh kesah.

 

Kita terlalu sibuk memoles wajah pulau untuk tamu,

Sampai lupa bahwa tanah yang kita pijak perlu napas baru.

Sampah kita menumpuk, menjadi monumen bagi ketidaktahuan,

Seolah kita merasa, alam bisa menampung semua buangan.

  

Bali sekarang sedang menelan air matanya sendiri,

Tercampur limbah yang membusuk di pantai yang mulai sunyi.

Pasir putih kini tertutup sisa bungkus sekali pakai,

Apakah kita tak malu melihat laut yang merintih lunglai?

 

Mari berhenti sejenak, memungut ego sebelum terlambat,

Agar tak ada lagi air mata Bali yang harus mengering tersumbat. 

UKM Jurnalistik @2022, All Right Reserved