Wanodya menjelajah lorong sunyi.
Dahayu terukir di relung jiwa yang dalam.
Menyulam cahaya dari benang mimpi nan murni.
Bersemi harap di tengah gelora mengancam.
Langkahnya laksana angin pagi yang halus.
Meraki jiwa dalam setiap helaan napas.
Mengusap lembut dedaunan asa yang luas.
Menyulam makna di kanvas waktu yang lepas.
Tantangan datang bagai ombak menggelegu.
Membalas kasih dalam pelukan doa yang hangat.
Namun hati teguh, bagaikan gunung yang agung.
Menjadi lentera menerangi dunia yang sekejap.
Wanodya, sinar harapan yang tak pudar.
Menggapai bintang, menjemput takdir gemilang.
Meski ribuan kali badai datang menderu.
Cahaya batinnya tetap kekal terbilang.
-
Bagi mahasiswa semester akhir, skripsi sering dianggap sebagai mimpi buruk...
Pernahkah kamu merasa tubuh masih kuat, tetapi hati dan pikiran...
Menjadi mahasiswa di era penuh tuntutan bukanlah hal yang mudah....
Di tengah dinamika aktivitas kampus, sebuah wajah baru hadir dan...
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Politeknik Negeri Bali (PNB)....
Industri sastra remaja Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakin berwarna...
Film Sore: Istri dari Masa Depan adalah film fiksi romantis...
Tiga mahasiswa Laksmi Wasista, Dea Eka Putri Sucipto, dan Ayu...
Wanodya menjelajah lorong sunyi.
Dahayu terukir di relung jiwa yang dalam.
Menyulam cahaya dari benang mimpi nan murni.
Bersemi harap di tengah gelora mengancam.
Langkahnya laksana angin pagi yang halus.
Meraki jiwa dalam setiap helaan napas.
Mengusap lembut dedaunan asa yang luas.
Menyulam makna di kanvas waktu yang lepas.
Tantangan datang bagai ombak menggelegu.
Membalas kasih dalam pelukan doa yang hangat.
Namun hati teguh, bagaikan gunung yang agung.
Menjadi lentera menerangi dunia yang sekejap.
Wanodya, sinar harapan yang tak pudar.
Menggapai bintang, menjemput takdir gemilang.
Meski ribuan kali badai datang menderu.
Cahaya batinnya tetap kekal terbilang.
-